Pengantar
Dalam dunia Internet of Things (IoT), kecepatan bukan hanya soal seberapa besar data yang bisa dikirim, tetapi seberapa cepat sebuah perangkat bisa bangun, mengirim pesan, dan kembali tidur untuk menghemat energi. Bagi pengguna ESP32, kita sering dihadapkan pada dua pilihan utama: menggunakan koneksi Wi-Fi standar yang biasa kita gunakan di rumah, atau menggunakan protokol khusus bernama ESP-NOW. Meskipun keduanya berjalan di frekuensi 2.4 GHz, cara mereka bekerja sangatlah berbeda, dan pilihan yang salah bisa membuat proyek Anda terasa lambat atau boros baterai.
Koneksi Wi-Fi standar pada ESP32 bekerja dengan prinsip yang sama seperti ponsel Anda terhubung ke router. Perangkat harus melakukan proses “handshake” atau berjabat tangan yang cukup panjang: mencari sinyal router, melakukan autentikasi kata sandi, hingga menunggu pemberian alamat IP melalui protokol DHCP. Proses ini secara teknis memakan waktu antara dua hingga lima detik. Bagi aplikasi yang selalu menyala (always-on) dan terhubung ke internet seperti smart plug, waktu ini mungkin tidak terasa. Namun, bagi sensor bertenaga baterai, waktu tunggu beberapa detik ini adalah pemborosan energi yang besar.
Di sisi lain, ESP-NOW hadir sebagai solusi yang jauh lebih ramping. Protokol ini dikembangkan oleh Espressif dengan sistem connectionless, yang artinya perangkat tidak perlu “berkenalan” atau terhubung secara formal seperti pada Wi-Fi biasa. ESP-NOW bekerja layaknya sebuah walkie-talkie; selama Anda tahu “alamat” (MAC Address) tujuan, Anda bisa langsung melempar data seketika itu juga. Karena tidak ada proses jabat tangan yang rumit, data bisa terkirim dalam hitungan milidetik. Hal ini membuat ESP-NOW menjadi pemenang mutlak dalam hal latensi dan efisiensi daya.
Namun, kecepatan ekstrem dari ESP-NOW datang dengan sebuah kompromi: ia tidak memiliki akses langsung ke internet. Jika Wi-Fi standar bisa langsung mengirim data ke Google Sheets, Telegram, atau MQTT Broker di awan, ESP-NOW hanya bisa berbicara antar sesama modul ESP32 atau ESP8266 saja. Selain itu, jumlah data yang bisa dikirim dalam satu paket sangat terbatas, hanya sekitar 250 byte. Ini sudah lebih dari cukup untuk mengirim data suhu, kelembapan, atau status tombol, tetapi jelas bukan pilihan yang tepat jika Anda berniat mengirim file gambar atau data dalam jumlah besar.
Jadi, mana yang harus Anda pilih? Jika proyek Anda menuntut respon yang instan—seperti tombol lampu nirkabel yang harus menyala sedetik setelah ditekan—atau jika Anda membangun jaringan sensor yang tersebar di area tanpa router, maka ESP-NOW adalah jawabannya. Sebaliknya, jika Anda hanya memiliki satu perangkat yang perlu berkomunikasi langsung dengan server web atau aplikasi seluler secara praktis, Wi-Fi standar tetap menjadi pilihan yang paling masuk akal. Strategi terbaik bagi banyak profesional saat ini adalah menggunakan metode hibrida: banyak sensor kecil mengirim data via ESP-NOW ke satu unit pusat (Gateway), dan unit pusat itulah yang kemudian meneruskannya ke internet menggunakan Wi-Fi standar.








