Pengantar
Kehadiran CBDC bukan berarti negara harus membangun sistem pembayaran baru dari nol dan meninggalkan sistem yang sudah ada. Justru sebaliknya, salah satu kunci keberhasilan CBDC terletak pada seberapa baik ia bisa berinteroperasi, alias saling terhubung dan bekerja sama, dengan sistem pembayaran nasional yang sudah lebih dulu berjalan, seperti QRIS, BI-FAST, dan transfer antarbank.
Yuk kita bahas lebih dalam kenapa interoperabilitas ini penting, dan bagaimana CBDC bisa terhubung dengan ekosistem pembayaran yang sudah ada.
Apa Itu Interoperabilitas dalam Konteks CBDC?
Interoperabilitas berarti kemampuan CBDC untuk terhubung dan bekerja sama dengan berbagai sistem pembayaran lain, sehingga masyarakat bisa memakainya secara mulus, tanpa harus mengganti seluruh kebiasaan bertransaksi yang sudah mereka jalani selama ini.
Sederhananya, interoperabilitas memastikan CBDC tidak menjadi “pulau tersendiri” yang terpisah dari ekosistem pembayaran yang sudah dikenal masyarakat, seperti QRIS untuk pembayaran merchant atau BI-FAST untuk transfer antarbank.
Kenapa Interoperabilitas Ini Penting?
Ada beberapa alasan kuat kenapa interoperabilitas menjadi perhatian utama dalam pengembangan CBDC:
- Mempermudah adopsi masyarakat — masyarakat tidak perlu belajar cara bertransaksi yang sepenuhnya baru, karena CBDC bisa dipakai lewat metode yang sudah familiar, seperti scan QR.
- Menjaga stabilitas ekosistem pembayaran — tanpa interoperabilitas, kehadiran CBDC berisiko menciptakan fragmentasi, di mana masyarakat harus berpindah-pindah sistem untuk bertransaksi, yang justru mengurangi efisiensi.
- Mendukung inklusi keuangan — dengan terhubung ke sistem yang sudah luas dipakai, CBDC bisa lebih cepat menjangkau masyarakat, dibanding harus membangun basis pengguna baru dari awal.
- Efisiensi biaya infrastruktur — memanfaatkan infrastruktur sistem pembayaran yang sudah ada jauh lebih hemat biaya dibanding membangun jaringan baru yang terpisah sepenuhnya.
Bagaimana CBDC Bisa Terhubung dengan QRIS?
QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) sudah menjadi standar pembayaran berbasis kode QR yang luas dipakai di Indonesia. CBDC berpotensi diintegrasikan ke dalam sistem ini, sehingga masyarakat bisa membayar memakai CBDC hanya dengan memindai kode QR yang sama seperti yang sudah biasa mereka pakai untuk membayar lewat e-wallet atau mobile banking saat ini.
Dengan pendekatan ini, merchant tidak perlu menyediakan sistem pembayaran terpisah khusus untuk CBDC, karena bisa langsung memanfaatkan infrastruktur QRIS yang sudah tersedia.

Bagaimana CBDC Bisa Terhubung dengan BI-FAST?
BI-FAST adalah sistem transfer dana antarbank yang memungkinkan transaksi berjalan cepat, real-time, dan dengan biaya rendah. CBDC berpotensi memanfaatkan infrastruktur serupa untuk memastikan transfer CBDC antarpengguna, bahkan antar penyedia layanan yang berbeda, tetap bisa berjalan cepat dan efisien, mirip dengan pengalaman transfer antarbank yang sudah dirasakan masyarakat lewat BI-FAST saat ini.
Interoperabilitas dengan Sistem Perbankan Konvensional
Selain QRIS dan BI-FAST, CBDC juga perlu terhubung dengan sistem perbankan konvensional, misalnya memungkinkan masyarakat menukar saldo rekening bank biasa menjadi CBDC, atau sebaliknya, dengan mudah lewat aplikasi mobile banking yang sudah mereka pakai sehari-hari.
Tantangan dalam Mewujudkan Interoperabilitas
Meski terdengar sederhana, mewujudkan interoperabilitas yang mulus bukan tanpa tantangan:
- Perbedaan standar teknis — sistem pembayaran yang sudah ada mungkin dibangun dengan standar teknologi yang berbeda dari CBDC, sehingga butuh penyesuaian agar bisa saling terhubung.
- Koordinasi antar-lembaga — melibatkan banyak pihak seperti bank sentral, bank komersial, penyedia QRIS, dan penyelenggara sistem pembayaran lain, yang semuanya perlu bekerja sama dan sepakat pada satu standar interoperabilitas.
- Keamanan tambahan — menghubungkan berbagai sistem sekaligus berarti menambah titik potensi kerentanan yang perlu diamankan dengan lebih hati-hati.
Potensi Interoperabilitas Lintas Negara
Selain dalam skala nasional, ke depan ada juga potensi CBDC bisa saling terhubung antarnegara, mendukung transaksi lintas batas yang lebih cepat dan murah dibanding sistem transfer internasional konvensional saat ini. Meski begitu, hal ini masih dalam tahap kajian dan uji coba terbatas di berbagai negara, mengingat kompleksitas regulasi dan perbedaan sistem antarnegara yang perlu diselaraskan terlebih dahulu.
Tabel Ringkasan
| Sistem | Potensi Keterhubungan dengan CBDC |
|---|---|
| QRIS | Pembayaran merchant lewat scan kode QR yang sama |
| BI-FAST | Transfer antarpengguna secara cepat dan real-time |
| Mobile banking | Penukaran saldo rekening bank ke CBDC dan sebaliknya |
| Sistem CBDC negara lain | Potensi transaksi lintas negara (masih tahap kajian) |
Penutup
Interoperabilitas menjadi salah satu faktor kunci yang menentukan seberapa mulus CBDC bisa diterima dan dipakai luas oleh masyarakat. Dengan terhubung ke sistem pembayaran nasional yang sudah ada seperti QRIS dan BI-FAST, CBDC tidak perlu membangun kebiasaan baru dari nol, melainkan bisa menyatu dengan pengalaman bertransaksi yang sudah familiar bagi masyarakat Indonesia saat ini, sekaligus tetap membuka peluang pengembangan lebih lanjut, termasuk potensi transaksi lintas negara di masa depan.









