Pengantar
Salah satu ide yang cukup mengejutkan sekaligus kontroversial dalam pembahasan CBDC adalah kemungkinan uang digital ini punya “masa kedaluwarsa”, alias batas waktu penggunaan tertentu. Kedengarannya aneh, mengingat selama ini uang tunai yang kita pegang tidak pernah punya batas waktu pemakaian. Tapi secara teknis, apakah hal ini benar-benar memungkinkan pada CBDC? Yuk kita bahas lebih dalam.
Kenapa Ide Ini Muncul?
Ide uang dengan batas waktu penggunaan sebenarnya bukan hal baru dalam dunia ekonomi. Beberapa ekonom pernah mengusulkan konsep serupa jauh sebelum CBDC populer, dengan tujuan utama mendorong masyarakat membelanjakan uangnya lebih cepat, bukan menyimpannya dalam waktu lama. Ide ini biasanya muncul sebagai salah satu opsi kebijakan untuk mendorong perputaran ekonomi, terutama di masa-masa perlambatan ekonomi.
Dengan hadirnya CBDC yang berbasis teknologi digital dan berpotensi memakai smart contract, ide yang dulu sulit diterapkan secara teknis pada uang tunai kini jadi lebih mungkin diwujudkan.
Secara Teknis, Apakah Ini Memungkinkan?
Jawabannya, ya, secara teknis ini memungkinkan. Lewat mekanisme seperti smart contract yang sudah dibahas sebelumnya, CBDC bisa diprogram untuk otomatis kedaluwarsa atau “hilang nilainya” setelah jangka waktu tertentu, kecuali dipakai sebelum batas waktu tersebut.
Beberapa skenario yang mungkin diterapkan, misalnya:
- Stimulus ekonomi dengan batas waktu — pemerintah menyalurkan dana stimulus lewat CBDC yang harus dibelanjakan dalam waktu tertentu, misalnya dalam 30 hari, kalau tidak dana tersebut otomatis hangus atau kembali ke kas negara.
- Bantuan sosial bersyarat waktu — bantuan yang diberikan untuk kebutuhan mendesak tertentu, dengan batas waktu penggunaan agar tepat sasaran dan tidak disimpan dalam jangka panjang.
Tujuan di Balik Konsep Ini
Kalau benar-benar diterapkan, ada beberapa tujuan yang biasanya melandasi kebijakan uang dengan batas waktu, di antaranya:

- Mendorong perputaran ekonomi — memastikan uang benar-benar dibelanjakan dan bergerak dalam perekonomian, bukan hanya disimpan tanpa digunakan.
- Efektivitas kebijakan stimulus — memastikan dana bantuan pemerintah benar-benar dipakai sesuai tujuan awal dan dalam jangka waktu yang diharapkan.
- Respons cepat terhadap krisis ekonomi — di masa krisis, mendorong masyarakat segera membelanjakan uang bisa membantu mempercepat pemulihan ekonomi.
Kekhawatiran dan Kontroversi
Meski secara teknis memungkinkan, ide ini menuai banyak kekhawatiran, di antaranya:
- Mengurangi fungsi uang sebagai penyimpan nilai — salah satu fungsi dasar uang adalah sebagai alat penyimpan nilai jangka panjang. Kalau uang bisa kedaluwarsa, fungsi ini jelas akan terganggu.
- Berpotensi disalahgunakan sebagai alat kontrol berlebihan — kekhawatiran serupa dengan isu programmable money, di mana pemerintah bisa saja menyalahgunakan fitur ini untuk memaksa masyarakat membelanjakan uang sesuai kehendak otoritas, bukan berdasarkan kebutuhan nyata mereka.
- Menimbulkan ketidakpastian bagi masyarakat — kalau diterapkan tanpa aturan yang jelas, masyarakat bisa merasa was-was menyimpan CBDC dalam jumlah besar, karena khawatir nilainya bisa hilang begitu saja.
Apakah CBDC Umum Nantinya Akan Punya Batas Waktu?
Penting untuk dipahami, sejauh ini hampir semua bank sentral yang mengembangkan CBDC, termasuk Bank Indonesia lewat Proyek Garuda, tidak merancang CBDC untuk masyarakat umum dengan batas waktu penggunaan. CBDC yang beredar luas kemungkinan besar akan tetap berfungsi seperti uang biasa, tanpa batas kedaluwarsa.
Konsep batas waktu ini lebih mungkin diterapkan secara terbatas, misalnya khusus untuk skema bantuan sosial atau stimulus tertentu, bukan menjadi aturan default bagi seluruh CBDC yang dipakai masyarakat sehari-hari.
Tabel Ringkasan
| Aspek | CBDC Umum (Sehari-hari) | CBDC dengan Batas Waktu (Skema Khusus) |
|---|---|---|
| Fungsi utama | Alat tukar & penyimpan nilai | Mendorong penggunaan dana secara cepat |
| Kemungkinan kedaluwarsa | Tidak dirancang untuk kedaluwarsa | Bisa diprogram sesuai kebijakan tertentu |
| Contoh penerapan | Transaksi sehari-hari masyarakat | Stimulus ekonomi, bantuan sosial bersyarat |
| Tingkat kontroversi | Rendah | Tinggi, karena menyentuh kebebasan finansial |
Penutup
Secara teknis, CBDC memang bisa dirancang untuk memiliki batas waktu penggunaan lewat mekanisme seperti smart contract, dan ide ini punya potensi manfaat untuk kebijakan ekonomi tertentu seperti stimulus atau bantuan sosial. Namun, penerapannya untuk CBDC yang dipakai masyarakat secara umum kemungkinan besar tidak akan terjadi, mengingat besarnya risiko terhadap kepercayaan publik dan fungsi dasar uang sebagai penyimpan nilai. Kalaupun diterapkan, kemungkinan besar hanya akan dipakai secara terbatas dan dengan aturan yang jelas, bukan menjadi karakteristik umum dari CBDC itu sendiri.






