Pendahuluan

Perjalanan menggunakan pesawat menjadi bagian penting dari kehidupan modern. Pesawat memungkinkan seseorang melakukan perjalanan antarkota, antarnegara, bahkan antarbenua dalam waktu yang relatif singkat. Transportasi udara juga mendukung kegiatan bisnis, pendidikan, pariwisata, dan hubungan sosial.

Namun, perjalanan udara membutuhkan bahan bakar dan menghasilkan emisi gas rumah kaca. Bagi orang yang sering melakukan penerbangan, aktivitas ini dapat menjadi salah satu bagian penting dari jejak karbon pribadi.

Karena itu, memahami sumber emisi penerbangan dan cara menguranginya dapat membantu kita membuat keputusan perjalanan yang lebih bijak tanpa harus menganggap bahwa semua perjalanan udara harus dihentikan.

Apa Itu Jejak Karbon Perjalanan Udara?

Jejak karbon perjalanan udara adalah emisi gas rumah kaca yang berkaitan dengan aktivitas penerbangan menggunakan pesawat.

Emisi terutama berasal dari pembakaran bahan bakar pesawat selama penerbangan. Selain karbon dioksida (CO₂), penerbangan juga menghasilkan dampak iklim dari emisi dan efek lain pada ketinggian jelajah.

Dalam perhitungan jejak karbon, hasil biasanya dinyatakan dalam karbon dioksida ekuivalen (CO₂e).

Besarnya jejak karbon perjalanan dapat dipengaruhi oleh jarak penerbangan, jenis pesawat, jumlah penumpang, kelas penerbangan, tingkat keterisian pesawat, dan metode perhitungan yang digunakan.

Mengapa Pesawat Menghasilkan Emisi?

Pesawat membutuhkan energi yang besar untuk lepas landas, terbang, dan mencapai tujuan. Sebagian besar penerbangan komersial masih menggunakan bahan bakar berbasis fosil.

Ketika bahan bakar dibakar di mesin pesawat, proses tersebut menghasilkan karbon dioksida dan emisi lainnya.

Karena itu, semakin banyak penerbangan yang dilakukan seseorang, semakin besar pula potensi kontribusi perjalanan udara terhadap jejak karbon pribadinya.

Faktor yang Memengaruhi Jejak Karbon Penerbangan

1. Jarak Perjalanan

Jarak menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan jumlah emisi penerbangan.

Penerbangan yang lebih jauh umumnya membutuhkan bahan bakar lebih banyak. Namun, hubungan antara jarak dan emisi per penumpang tidak selalu sederhana karena fase lepas landas, kondisi penerbangan, jenis pesawat, dan jumlah penumpang juga berpengaruh.

2. Jenis Pesawat

Setiap pesawat memiliki tingkat efisiensi bahan bakar yang berbeda.

Pesawat yang lebih baru dapat memiliki teknologi mesin dan desain yang lebih efisien dibandingkan beberapa pesawat generasi sebelumnya.

Namun, jumlah emisi per penumpang tetap bergantung pada banyak faktor, termasuk konfigurasi kursi dan tingkat keterisian pesawat.

3. Kelas Penerbangan

Kelas penerbangan dapat memengaruhi pembagian emisi per penumpang.

Kursi business class dan first class biasanya membutuhkan ruang lebih besar dibandingkan economy class. Akibatnya, jumlah penumpang yang dapat ditempatkan pada ruang tertentu menjadi lebih sedikit.

Dalam beberapa metode penghitungan, hal tersebut membuat emisi yang dialokasikan kepada setiap penumpang di kelas premium lebih tinggi.

4. Penerbangan Transit

Penerbangan dengan transit dapat menambah jarak perjalanan dan jumlah proses lepas landas serta pendaratan.

Jika tersedia dan sesuai kebutuhan, penerbangan langsung dapat menjadi pilihan yang lebih efisien dibandingkan perjalanan dengan beberapa penerbangan penghubung.

Namun, pilihan tetap perlu mempertimbangkan rute, biaya, waktu, dan ketersediaan penerbangan.

Cara Menghitung Jejak Karbon Penerbangan

Secara sederhana, jejak karbon perjalanan dapat diperkirakan berdasarkan data aktivitas dan faktor emisi.

Emisi Perjalanan = Data Aktivitas × Faktor Emisi

Dalam penerbangan, perhitungan dapat mempertimbangkan jarak perjalanan, jenis penerbangan, kelas penumpang, serta faktor lainnya.

Berbagai kalkulator karbon dapat menghasilkan angka yang berbeda karena metode, asumsi, dan faktor emisi yang digunakan juga dapat berbeda.

Karena itu, hasil perhitungan sebaiknya dipahami sebagai estimasi berdasarkan metode tertentu.

Cara Mengurangi Jejak Karbon Perjalanan Udara

1. Kurangi Penerbangan yang Tidak Diperlukan

Salah satu cara paling langsung untuk mengurangi emisi penerbangan adalah mengurangi perjalanan udara yang tidak benar-benar diperlukan.

Sebelum memesan tiket, pertimbangkan apakah kegiatan tersebut harus dilakukan secara langsung atau dapat dilakukan melalui pertemuan daring.

Hal ini terutama dapat dipertimbangkan untuk perjalanan bisnis dengan agenda yang memungkinkan dilakukan secara online.

2. Pertimbangkan Transportasi Alternatif

Untuk perjalanan tertentu, kereta api, bus, atau transportasi darat lainnya dapat menjadi alternatif.

Pilihan terbaik bergantung pada jarak, infrastruktur, waktu perjalanan, kenyamanan, dan sumber energi yang digunakan.

Membandingkan beberapa pilihan transportasi dapat membantu menentukan perjalanan yang sesuai dengan kebutuhan sekaligus mempertimbangkan dampak emisinya.

3. Pilih Penerbangan Langsung Jika Memungkinkan

Jika harus menggunakan pesawat, penerbangan langsung dapat membantu menghindari tambahan jarak dan penerbangan akibat transit.

Namun, tidak semua rute memiliki penerbangan langsung. Karena itu, pilihan ini dapat diterapkan ketika tersedia dan sesuai dengan kebutuhan perjalanan.

4. Pertimbangkan Economy Class

Untuk penumpang yang ingin mengurangi alokasi emisi per perjalanan, economy class umumnya menggunakan ruang kabin per penumpang lebih sedikit dibandingkan kelas premium.

Semakin banyak penumpang yang dapat diangkut dalam ruang yang tersedia, pembagian emisi per penumpang dapat menjadi lebih rendah berdasarkan metode perhitungan tertentu.

5. Gabungkan Beberapa Keperluan

Jika perjalanan udara memang diperlukan, beberapa agenda dapat digabungkan dalam satu perjalanan.

Misalnya, beberapa pertemuan bisnis di lokasi yang sama dapat dijadwalkan dalam satu kunjungan daripada melakukan beberapa penerbangan terpisah.

Cara ini dapat membantu mengurangi frekuensi perjalanan.

Perjalanan Bisnis dan Emisi Penerbangan

Bagi perusahaan, perjalanan bisnis dapat menjadi bagian dari inventaris emisi, terutama dalam penghitungan Scope 3.

Perusahaan dapat mencatat jumlah penerbangan, rute, kelas perjalanan, dan informasi relevan lainnya untuk memperkirakan emisi perjalanan bisnis.

Data tersebut kemudian dapat digunakan untuk menentukan kebijakan perjalanan yang lebih efisien.

Misalnya, perusahaan dapat memprioritaskan rapat daring untuk kegiatan tertentu atau menggabungkan beberapa agenda perjalanan.

Peran Carbon Tracking

Carbon tracking dapat membantu individu maupun perusahaan memantau emisi dari perjalanan udara.

Setiap penerbangan dapat dicatat berdasarkan asal dan tujuan perjalanan, jarak, kelas penerbangan, serta data lainnya.

Hasilnya dapat dibandingkan dari waktu ke waktu untuk mengetahui seberapa besar kontribusi perjalanan udara terhadap total jejak karbon.

Dengan data tersebut, pengguna dapat menentukan apakah pengurangan frekuensi penerbangan menjadi salah satu tindakan yang perlu diprioritaskan.

Bagaimana dengan Carbon Offset?

Sebagian maskapai atau platform perjalanan menawarkan pilihan carbon offset untuk membantu mengompensasi emisi penerbangan melalui proyek tertentu.

Offset dapat menjadi bagian dari strategi iklim, tetapi sebaiknya tidak digunakan sebagai pengganti upaya mengurangi emisi.

Pendekatan yang dapat digunakan adalah:

Hitung emisi → Kurangi perjalanan yang tidak diperlukan → Pilih perjalanan yang lebih efisien → Pantau emisi → Pertimbangkan penanganan emisi yang tersisa

Jika menggunakan offset, kualitas proyek, transparansi, metode verifikasi, dan klaim yang dibuat perlu diperhatikan.

Peran Teknologi

Teknologi dapat membantu membuat perjalanan lebih efisien dan mendukung pemantauan emisi.

Aplikasi carbon tracking, sistem perjalanan perusahaan, Artificial Intelligence (AI), dan data analytics dapat digunakan untuk mencatat perjalanan dan memperkirakan emisi.

Perkembangan teknologi penerbangan, efisiensi pesawat, bahan bakar penerbangan alternatif, dan inovasi lainnya juga berpotensi membantu menekan emisi sektor penerbangan.

Namun, perubahan teknologi membutuhkan waktu sehingga pengelolaan kebutuhan perjalanan tetap menjadi bagian penting dari strategi pengurangan emisi.

Mulai dari Kebiasaan Perjalanan

Mengurangi jejak karbon perjalanan udara tidak berarti seseorang harus berhenti menggunakan pesawat sepenuhnya.

Mulailah dengan mengevaluasi kebutuhan perjalanan:

Periksa kebutuhan → Pertimbangkan alternatif → Pilih rute yang efisien → Gabungkan agenda → Catat emisi perjalanan

Pendekatan tersebut dapat membantu membuat keputusan perjalanan menjadi lebih terencana.

Kesimpulan

Perjalanan udara memiliki jejak karbon karena pesawat membutuhkan bahan bakar dan menghasilkan emisi selama penerbangan. Besarnya emisi dapat dipengaruhi oleh jarak, jenis pesawat, kelas penerbangan, rute, serta berbagai faktor operasional lainnya.

Mengurangi penerbangan yang tidak diperlukan, mempertimbangkan transportasi alternatif, memilih penerbangan langsung jika memungkinkan, menggabungkan beberapa agenda, dan melakukan carbon tracking dapat membantu mengurangi jejak karbon perjalanan.

Tujuannya bukan menghilangkan seluruh perjalanan udara, tetapi menggunakan transportasi udara secara lebih bijak dan memahami dampak emisi dari setiap perjalanan.