Pengantar

Di era digital, transaksi e-commerce telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Konsumen semakin nyaman melakukan pembayaran secara online menggunakan kartu kredit maupun metode pembayaran digital lainnya. Namun di balik kemudahan tersebut, terdapat ancaman siber yang secara khusus menargetkan data pembayaran pelanggan: Magecart Attack.

Magecart merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan kelompok atau teknik serangan yang menyuntikkan skrip berbahaya ke situs e-commerce guna mencuri informasi kartu pembayaran. Serangan ini sering kali tidak terdeteksi dalam waktu lama karena berjalan secara diam-diam di sisi klien (browser pengguna).

Menurut laporan dari Trend Micro, Magecart dikenal sebagai serangan supply chain berbasis web yang menargetkan halaman pembayaran untuk mencuri data kartu kredit (dikutip dari https://www.trendmicro.com/vinfo/us/security/news/cybercrime-and-digital-threats/what-is-magecart).


Apa Itu Magecart Attack?

Magecart attack adalah jenis serangan web skimming, yaitu teknik pencurian data dengan menyisipkan kode JavaScript berbahaya ke halaman checkout situs e-commerce.

Nama “Magecart” awalnya merujuk pada kelompok peretas yang menargetkan platform Magento, namun kini istilah tersebut digunakan secara luas untuk menggambarkan serangan skimming berbasis web pada berbagai platform.

Serangan ini bekerja dengan cara:

  1. Menyusup ke sistem website melalui celah keamanan.

  2. Menambahkan skrip berbahaya pada halaman pembayaran.

  3. Mencuri data yang diinput pengguna sebelum dikirim ke server resmi.

Data yang dicuri biasanya meliputi:

  • Nomor kartu kredit

  • Tanggal kedaluwarsa

  • CVV

  • Nama pemegang kartu

  • Alamat penagihan

baca juga : Adversarial Attacks: Mengungkap Kerentanan Sistem Berbasis AI


Bagaimana Cara Kerja Magecart Attack?

Injeksi JavaScript Berbahaya

Penyerang menyisipkan skrip JavaScript ke dalam file website, baik secara langsung maupun melalui kompromi pihak ketiga seperti plugin atau layanan eksternal.

Skrip ini akan:

  • Memantau form pembayaran

  • Menyalin data yang dimasukkan pengguna

  • Mengirimkan data tersebut ke server milik penyerang

Karena proses ini terjadi di sisi browser, server resmi sering kali tidak menyadari adanya pencurian data.

Serangan Supply Chain

Dalam banyak kasus, Magecart memanfaatkan celah pada vendor pihak ketiga. Misalnya:

  • Plugin pembayaran

  • Layanan analitik

  • Widget eksternal


Dampak Magecart Attack bagi Bisnis dan Konsumen

Kerugian Finansial

Pencurian data kartu kredit dapat menyebabkan transaksi ilegal dan klaim chargeback yang merugikan merchant.

Reputasi Perusahaan Tercoreng

Kebocoran data pelanggan dapat menurunkan kepercayaan konsumen secara drastis.

Sanksi Regulasi

Perusahaan yang gagal melindungi data pembayaran dapat dikenakan sanksi berdasarkan regulasi perlindungan data dan standar keamanan seperti PCI DSS.

baca juga : Blind SQLi: Serangan Sunyi yang Menguras Database Tanpa Terdeteksi


Mengapa Magecart Sulit Dideteksi?

Ada beberapa alasan mengapa serangan ini sering luput dari pengawasan:

  1. Beroperasi di sisi klien (client-side attack).

  2. Menggunakan skrip yang tampak seperti kode normal.

  3. Memanfaatkan file eksternal yang sudah dipercaya sistem.

  4. Tidak mengganggu fungsi utama website sehingga tidak menimbulkan kecurigaan.

Serangan ini bisa berlangsung selama berbulan-bulan sebelum terdeteksi.


Strategi Pencegahan Magecart Attack

Audit dan Monitoring Skrip Pihak Ketiga

Pantau dan batasi penggunaan skrip eksternal yang tidak penting.

Content Security Policy (CSP)

Mengatur kebijakan keamanan browser untuk membatasi sumber skrip yang diizinkan.

Subresource Integrity (SRI)

Memastikan file eksternal tidak mengalami perubahan tanpa otorisasi.

Patch dan Update Berkala

Perbarui CMS, plugin, dan framework secara rutin untuk menutup celah keamanan.

Monitoring Integritas File

Gunakan sistem deteksi perubahan file untuk mengidentifikasi modifikasi mencurigakan pada source code.


Relevansi Magecart di Era E-Commerce Modern

Seiring pertumbuhan e-commerce global, Magecart menjadi salah satu ancaman utama terhadap keamanan transaksi digital. Serangan ini tidak hanya menargetkan perusahaan besar, tetapi juga bisnis kecil yang memiliki sistem keamanan terbatas.

Dalam ekosistem digital yang saling terhubung, keamanan tidak hanya bergantung pada sistem internal, tetapi juga pada keamanan vendor dan mitra pihak ketiga.

baca juga : Whaling Attack: Serangan Phishing yang Mengincar Petinggi Perusahaan


Kesimpulan

Magecart Attack adalah ancaman serius yang menargetkan data pembayaran melalui teknik web skimming berbasis JavaScript. Dengan memanfaatkan celah pada website atau vendor pihak ketiga, penyerang dapat mencuri data kartu kredit tanpa disadari.

Perlindungan terhadap serangan ini memerlukan pendekatan keamanan menyeluruh, termasuk monitoring skrip eksternal, penerapan kebijakan keamanan browser, serta pembaruan sistem secara berkala.

Di tengah meningkatnya transaksi online, keamanan sisi klien harus menjadi prioritas utama bagi setiap pelaku bisnis digital.