Pendahuluan
Dalam dunia pengembangan perangkat lunak, keamanan tidak hanya bergantung pada kode aplikasi, tetapi juga pada alat dan pustaka (library) yang digunakan. Salah satu ancaman serius saat ini adalah serangan pada software supply chain, yaitu ketika penyerang menyusup melalui dependensi atau alat bantu pengembangan.
CVE-2026-22865 adalah salah satu contoh kerentanan yang berkaitan langsung dengan supply chain security. Kerentanan ini ditemukan pada Gradle, sebuah build automation tool yang sangat populer di kalangan pengembang Java, Android, dan proyek JVM lainnya.
Ringkasan CVE-2026-22865
CVE-2026-22865 adalah kerentanan pada Gradle versi sebelum 9.3.0. Masalah utamanya terletak pada cara Gradle menangani kesalahan saat mengambil dependensi dari repositori.
Dalam kondisi tertentu, ketika terjadi error pada sebuah repositori, Gradle tidak menganggap error tersebut sebagai fatal. Akibatnya, Gradle akan melanjutkan proses dan mencoba mengambil dependensi dari repositori berikutnya. Hal ini membuka peluang bagi penyerang untuk menyisipkan artefak berbahaya.
Cara Kerentanan Terjadi
Secara sederhana, prosesnya bisa dijelaskan sebagai berikut:
-
Gradle mengambil dependensi dari daftar repositori yang telah dikonfigurasi.
-
Jika repositori pertama gagal merespons (misalnya karena error jaringan), Gradle seharusnya menghentikan proses.
-
Namun pada versi rentan, beberapa jenis error tidak dianggap serius.
-
Gradle tetap melanjutkan ke repositori lain.
-
Jika repositori cadangan tersebut dikendalikan oleh penyerang, maka dependensi berbahaya bisa terunduh tanpa disadari.
Inilah yang disebut sebagai repository disruption attack.
Risiko dan Dampak
Kerentanan ini memiliki dampak yang cukup serius, terutama bagi proyek besar dan lingkungan CI/CD:
-
Supply chain compromise: kode berbahaya bisa masuk ke dalam aplikasi.
-
Kerusakan integritas aplikasi: aplikasi dibangun dari komponen yang tidak tepercaya.
-
Potensi pencurian data atau eksekusi kode berbahaya.
-
Dampak bisa menyebar luas jika dependensi yang terinfeksi digunakan banyak proyek.
Tingkat Keparahan (Severity)
CVE-2026-22865 memiliki skor CVSS v4 sebesar 8.6 (High).
Ini berarti kerentanan tersebut tergolong tingkat tinggi dan tidak boleh diabaikan.
Kerentanan ini juga berkaitan dengan:
-
CWE-494: Mengunduh kode tanpa pemeriksaan integritas.
-
CWE-829: Menggunakan komponen dari sumber yang tidak tepercaya.
Hubungan dengan Supply Chain Security
Kasus ini menunjukkan bahwa:
-
Alat build adalah bagian penting dari rantai pasok perangkat lunak.
-
Kesalahan kecil dalam mekanisme fallback repositori bisa berdampak besar.
-
Serangan tidak selalu datang dari kode aplikasi, tetapi dari dependensi yang digunakan.
Karena itu, keamanan build system sama pentingnya dengan keamanan aplikasi itu sendiri.
Solusi dan Mitigasi
Untuk mengatasi CVE-2026-22865, langkah utama yang disarankan adalah:
-
✅ Upgrade ke Gradle versi 9.3.0 atau lebih baru
-
Batasi jumlah repositori dan gunakan hanya yang tepercaya.
-
Gunakan verifikasi integritas seperti checksum atau signature.
-
Hindari repositori publik yang tidak jelas asal-usulnya.
-
Gunakan dependency locking untuk mencegah perubahan tak terduga.
Rekomendasi untuk Pengembang
Beberapa praktik terbaik yang bisa diterapkan:
-
Selalu memperbarui alat build dan dependensi.
-
Audit konfigurasi repositori secara berkala.
-
Terapkan security scanning dalam pipeline CI/CD.
-
Edukasi tim tentang risiko software supply chain.
Kesimpulan
CVE-2026-22865 adalah contoh nyata bagaimana kerentanan pada alat build seperti Gradle dapat menjadi pintu masuk serangan supply chain. Walaupun perbaikannya sudah tersedia, pengembang tetap perlu waspada dan menerapkan praktik keamanan yang baik.
Dengan mengelola dependensi dan repositori secara ketat, risiko serangan semacam ini dapat diminimalkan.









