Pendahuluan
Perjalanan bisnis merupakan bagian penting dari aktivitas banyak perusahaan. Karyawan dapat melakukan perjalanan untuk menghadiri rapat, bertemu klien, mengikuti pelatihan, atau mengunjungi lokasi proyek. Namun, penggunaan pesawat, mobil, kereta, dan transportasi lainnya selama perjalanan tersebut menghasilkan emisi gas rumah kaca.
Karena itu, menghitung jejak karbon dari perjalanan bisnis dapat membantu perusahaan mengetahui besarnya dampak perjalanan terhadap lingkungan sekaligus menentukan langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi emisi.
Apa Itu Jejak Karbon Perjalanan Bisnis?
Jejak karbon perjalanan bisnis adalah jumlah emisi gas rumah kaca yang dihasilkan akibat aktivitas perjalanan untuk kepentingan pekerjaan. Emisi biasanya dinyatakan dalam kilogram atau ton karbon dioksida ekuivalen (kg CO₂e atau ton CO₂e).
Dalam standar GHG Protocol, perjalanan bisnis termasuk dalam Scope 3 Category 6: Business Travel, yaitu emisi tidak langsung yang berasal dari perjalanan karyawan untuk kegiatan bisnis.
Sumber emisinya dapat berasal dari perjalanan menggunakan pesawat, mobil, kereta, bus, maupun jenis transportasi lainnya.
Mengapa Jejak Karbon Perjalanan Bisnis Perlu Dihitung?
Perhitungan jejak karbon membantu perusahaan mengetahui aktivitas perjalanan mana yang menghasilkan emisi terbesar. Informasi tersebut dapat digunakan sebagai dasar untuk membuat kebijakan perjalanan yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Selain itu, pencatatan emisi perjalanan bisnis dapat menjadi bagian dari inventarisasi emisi gas rumah kaca perusahaan. EPA menyediakan faktor emisi yang dapat digunakan organisasi untuk menghitung berbagai sumber emisi, termasuk perjalanan bisnis.
Cara Menghitung Jejak Karbon Perjalanan Bisnis
Prinsip dasar perhitungannya cukup sederhana. GHG Protocol menjelaskan bahwa emisi dapat dihitung dengan mengalikan data aktivitas dengan faktor emisi. Data aktivitas dapat berupa kilometer perjalanan, jumlah bahan bakar yang digunakan, atau ukuran aktivitas lainnya.
Rumus dasar:
Emisi (kg CO₂e) = Data Aktivitas × Faktor Emisi
Sebagai contoh sederhana, seorang karyawan melakukan perjalanan menggunakan kendaraan sejauh 300 km. Jika faktor emisi yang digunakan dalam contoh adalah 0,15 kg CO₂e/km, maka:
300 km × 0,15 kg CO₂e/km = 45 kg CO₂e
Jadi, berdasarkan faktor emisi contoh tersebut, perjalanan menghasilkan sekitar 45 kg CO₂e. Dalam perhitungan sebenarnya, gunakan faktor emisi resmi yang sesuai dengan jenis kendaraan, bahan bakar, wilayah, dan metode perhitungan yang digunakan.
1. Catat Jenis Transportasi
Mulailah dengan mencatat seluruh transportasi yang digunakan selama perjalanan bisnis, misalnya pesawat, mobil pribadi atau sewaan, kereta api, bus, dan transportasi umum.
Jenis transportasi penting karena setiap moda memiliki karakteristik emisi yang berbeda.
2. Hitung Jarak Perjalanan
Selanjutnya, tentukan jarak yang ditempuh. Jangan lupa memperhitungkan perjalanan pulang-pergi.
Contohnya, jika perjalanan dari kota A ke kota B sejauh 250 km, maka perjalanan pulang-pergi menjadi:

250 km × 2 = 500 km
Jika perjalanan melibatkan beberapa moda transportasi, catat jarak setiap moda secara terpisah agar perhitungannya lebih akurat.
3. Tentukan Faktor Emisi
Faktor emisi menunjukkan jumlah emisi yang dihasilkan dari suatu aktivitas tertentu. Nilainya dapat berbeda berdasarkan jenis kendaraan, bahan bakar, jarak, dan metode yang digunakan.
GHG Protocol menyediakan metode berbasis jarak untuk perjalanan bisnis, sedangkan apabila data penggunaan bahan bakar tersedia, metode berbasis bahan bakar dapat digunakan.
4. Hitung Total Emisi
Setelah jarak dan faktor emisi diketahui, kalikan keduanya.
Misalnya, sebuah perjalanan memiliki:
Jarak perjalanan: 800 km
Faktor emisi contoh: 0,12 kg CO₂e/km
Maka:
800 × 0,12 = 96 kg CO₂e
Jika perjalanan menggunakan beberapa jenis transportasi, hitung emisi masing-masing kemudian jumlahkan:
Total Emisi = Emisi Pesawat + Emisi Mobil + Emisi Kereta + Emisi Transportasi Lainnya
Bagaimana Mengurangi Emisi Perjalanan Bisnis?
Setelah mengetahui jumlah emisi, perusahaan dapat menentukan strategi pengurangan. Pertemuan yang tidak memerlukan kehadiran langsung dapat dilakukan melalui konferensi video. Untuk perjalanan yang tetap diperlukan, pemilihan moda transportasi yang lebih efisien dan penggabungan beberapa agenda dalam satu perjalanan dapat membantu mengurangi frekuensi perjalanan.
Perusahaan juga dapat mencatat jarak, moda transportasi, serta konsumsi bahan bakar secara rutin sehingga perubahan emisi dapat dipantau dari waktu ke waktu.
Kesimpulan
Menghitung jejak karbon dari perjalanan bisnis merupakan salah satu cara untuk memahami dampak aktivitas perusahaan terhadap lingkungan. Perhitungan dapat dimulai dengan mengumpulkan data perjalanan, menentukan faktor emisi yang sesuai, kemudian menghitung emisi menggunakan rumus data aktivitas × faktor emisi.
Dengan pencatatan yang konsisten, perusahaan dapat mengetahui sumber emisi perjalanan terbesar dan menentukan langkah yang tepat untuk menguranginya.









