
Monitoring dan Observability DevOps di Lingkungan Cloud
Monitoring dan observability adalah bagian penting dalam DevOps karena membantu tim mengetahui kondisi aplikasi dan infrastruktur secara real time. Dengan memanfaatkan cloud, proses pemantauan menjadi lebih mudah karena semua data dapat dikumpulkan dan dianalisis melalui layanan yang sudah disediakan penyedia cloud.
Monitoring mengacu pada proses mengumpulkan data seperti performa server, penggunaan CPU, respons API, atau status jaringan. Observability adalah kemampuan sistem untuk memberikan informasi mendalam sehingga penyebab masalah dapat ditemukan dengan cepat. Keduanya bekerja bersama agar tim DevOps dapat mendeteksi gangguan sebelum berdampak besar pada pengguna.
Cloud menyediakan banyak alat untuk mendukung monitoring. AWS memiliki CloudWatch, Azure menyediakan Azure Monitor, dan Google Cloud menghadirkan Cloud Operations Suite. Layanan-layanan tersebut dapat merekam log, metrik, dan alarm otomatis untuk memberi tahu ketika ada anomali. Semua informasi tersaji dalam dashboard yang mudah dibaca.
Dalam lifecycle DevOps, monitoring terintegrasi dengan pipeline CI/CD. Setiap perubahan kode yang di-deploy dapat langsung dipantau apakah menimbulkan error atau tidak. Log digunakan untuk melihat kronologi kejadian, metrik untuk mengukur performa, dan tracing untuk melacak alur request dalam aplikasi.
Ada beberapa tantangan dalam penerapan monitoring di cloud, seperti terlalu banyak data log, kesulitan memilih metrik yang penting, dan biaya yang meningkat jika data tidak dikelola dengan baik. Solusinya adalah menentukan metrik prioritas, menggunakan alert yang relevan, dan melakukan optimasi penyimpanan log.
Secara keseluruhan, monitoring dan observability membantu tim DevOps menyediakan layanan yang stabil, cepat, dan berkualitas. Pemanfaatan cloud membuat proses ini jauh lebih efisien dan mudah diterapkan.







