Pengantar

Dalam dunia keamanan siber, tidak semua malware bertujuan merusak sistem secara langsung. Sebagian justru dirancang untuk bersembunyi selama mungkin tanpa terdeteksi. Salah satu jenis ancaman paling berbahaya dalam kategori ini adalah rootkit.

Rootkit memungkinkan penyerang mempertahankan akses tersembunyi ke sistem Linux, bahkan pada level kernel, sehingga aktivitas berbahaya dapat berlangsung tanpa terdeteksi oleh administrator maupun tools keamanan standar.


Apa Itu Rootkit?

Rootkit adalah kumpulan teknik atau perangkat lunak berbahaya yang dirancang untuk:

  • Menyembunyikan proses, file, dan koneksi jaringan

  • Memodifikasi perilaku sistem operasi

  • Memberikan akses administratif (root) secara diam-diam

Menurut Red Hat, rootkit sering digunakan sebagai mekanisme persistence agar penyerang tetap memiliki kontrol jangka panjang atas sistem yang telah dikompromikan (dikutip dari redhat).

baca juga : Memory Forensics: Teknik Melacak Malware Fileless yang Bersembunyi di RAM Menggunakan Volatility Framework


Jenis-Jenis Rootkit pada Sistem Linux

Tidak semua rootkit bekerja dengan cara yang sama. Tingkat kedalaman infiltrasinya menentukan tingkat bahaya.

User-Level Rootkit

Rootkit jenis ini beroperasi di ruang user (user space) dengan menggantikan binary sistem seperti:

  • ls

  • ps

  • netstat

Tujuannya adalah menyembunyikan file dan proses berbahaya dari tampilan administrator.


Kernel-Level Rootkit

Kernel rootkit adalah bentuk paling berbahaya karena:

  • Berjalan langsung di kernel space

  • Dapat memodifikasi system call

  • Sulit dideteksi oleh antivirus konvensional

Jenis ini mampu mengontrol hampir seluruh sistem.


Bootkit dan Firmware Rootkit

Rootkit ini menginfeksi:

  • Bootloader

  • Firmware perangkat keras

Dampaknya, malware dapat aktif bahkan sebelum sistem operasi dijalankan.

baca juga : Analisis TCP Three-Way Handshake: Mengapa Latensi Jaringan Anda Membengkak Tanpa Sebab?


Bagaimana Rootkit Bersembunyi?

Rootkit menggunakan berbagai teknik stealth tingkat lanjut.

Hooking System Call

Rootkit kernel sering melakukan hooking pada system call untuk:

  • Menyembunyikan proses tertentu

  • Memalsukan output perintah sistem

  • Menyaring koneksi jaringan berbahaya


Manipulasi Modul Kernel

Penyerang dapat memuat malicious kernel module agar rootkit berjalan sebagai bagian dari kernel yang sah.

Teknik ini juga tercatat dalam MITRE ATT&CK sebagai metode persistence tingkat lanjut (dikutip dari attack.mitre).


Dampak Rootkit terhadap Keamanan Linux

Keberadaan rootkit hampir selalu menandakan sistem telah sepenuhnya dikompromikan.

Risiko Utama

  • Kontrol penuh sistem oleh penyerang

  • Kebocoran data sensitif

  • Penyebaran malware ke sistem lain

  • Ketidakpercayaan terhadap integritas sistem

Dalam banyak kasus, sistem yang terinfeksi rootkit tidak dapat dipercaya lagi tanpa reinstall penuh.


Cara Mendeteksi Rootkit pada Sistem Linux

Deteksi rootkit membutuhkan pendekatan khusus karena sifatnya yang tersembunyi.

Teknik Deteksi Umum

  • Membandingkan hash binary sistem

  • Menganalisis modul kernel yang dimuat

  • Memeriksa anomali system call

  • Menggunakan tool khusus seperti chkrootkit atau rkhunter

Namun perlu diingat, tidak ada alat yang 100% efektif untuk mendeteksi kernel rootkit aktif.

baca juga : Buffer Overflow: Bagaimana ASLR dan DEP Berusaha Mematahkan Eksploitasi Memori


Kesimpulan

Rootkit merupakan ancaman serius karena kemampuannya bersembunyi di level terdalam sistem Linux. Dengan menyusup ke kernel atau memanipulasi komponen inti OS, rootkit memungkinkan penyerang mempertahankan kontrol tanpa terdeteksi.

Bagi administrator sistem dan praktisi keamanan, memahami cara kerja rootkit adalah langkah penting untuk:

  • Mendeteksi kompromi lebih awal

  • Mengambil keputusan mitigasi yang tepat

  • Menjaga integritas sistem Linux jangka panjang

Dalam banyak kasus, pencegahan dan hardening sistem jauh lebih efektif daripada deteksi setelah infeksi terjadi.