Pengantar
Virtual LAN (VLAN) dirancang untuk memisahkan jaringan secara logis agar trafik lebih aman dan terkontrol. Namun, pemisahan ini tidak selalu menjamin keamanan jika konfigurasi switch dilakukan secara tidak tepat. Salah satu risiko serius yang sering luput dari perhatian administrator jaringan adalah VLAN Hopping—teknik serangan yang memungkinkan penyerang berpindah dari satu VLAN ke VLAN lain tanpa otorisasi.
Serangan ini memanfaatkan kelemahan konfigurasi pada port switch, terutama pada lingkungan enterprise yang kompleks (dikutip dari Cisco).
Apa Itu VLAN Hopping
VLAN Hopping adalah teknik serangan jaringan yang memungkinkan penyerang mengakses VLAN lain selain VLAN asalnya, sehingga dapat melewati segmentasi jaringan yang seharusnya membatasi akses.
baca juga : Deep Packet Inspection (DPI): Teknik Mengintip Payload Jaringan untuk Mendeteksi Intrusi di Level Aplikasi
Mengapa VLAN Hopping Berbahaya
Dengan berhasil melakukan VLAN Hopping, peretas dapat:
-
Mengakses server internal yang seharusnya terisolasi
-
Melakukan sniffing trafik antar VLAN
-
Menyerang sistem sensitif seperti database atau management network
Hal ini membuat VLAN Hopping menjadi ancaman serius pada jaringan berbasis switch Layer 2.
Teknik Umum VLAN Hopping
Terdapat dua metode utama VLAN Hopping yang paling sering ditemukan di lapangan.
1. Switch Spoofing
Pada teknik ini, penyerang mengonfigurasi perangkatnya agar berpura-pura menjadi switch.
Cara Kerjanya
-
Port switch dikonfigurasi menggunakan Dynamic Trunking Protocol (DTP)
-
Penyerang mengaktifkan mode trunk pada perangkatnya
-
Switch menganggap perangkat tersebut sebagai switch sah
-
Penyerang mendapatkan akses ke banyak VLAN sekaligus
2. Double Tagging Attack
Teknik ini mengeksploitasi cara switch memproses VLAN tag IEEE 802.1Q.
Alur Serangan
-
Penyerang mengirim frame dengan dua VLAN tag
-
Switch pertama menghapus tag terluar
-
Frame diteruskan ke VLAN tujuan berdasarkan tag kedua
-
Trafik berhasil “melompat” ke VLAN lain
Serangan ini sulit terdeteksi karena terlihat seperti trafik internal yang sah.
baca juga : CVE-2025-48868: Celah RCE Berbahaya pada Horilla HRMS
Faktor Miskonfigurasi yang Memicu VLAN Hopping
VLAN Hopping hampir selalu terjadi akibat konfigurasi yang tidak aman.
Kesalahan Konfigurasi yang Umum
-
Port access dibiarkan dalam mode dynamic
-
DTP diaktifkan pada port user
-
Native VLAN digunakan secara default
-
Tidak ada pembatasan VLAN pada trunk port
Strategi Mitigasi VLAN Hopping
Mencegah VLAN Hopping relatif mudah jika best practice diterapkan secara konsisten.
Langkah Pencegahan yang Direkomendasikan
-
Set semua port user ke mode access secara eksplisit
-
Nonaktifkan DTP pada port yang tidak membutuhkan trunk
-
Gunakan native VLAN yang tidak digunakan
-
Batasi VLAN yang diperbolehkan pada trunk port
-
Terapkan port security dan monitoring trafik
Langkah-langkah ini secara signifikan mengurangi permukaan serangan VLAN Hopping.
baca juga : SIEM Tuning: Teknik Mengurangi “False Positive”
Kesimpulan
VLAN Hopping membuktikan bahwa segmentasi jaringan tidak hanya bergantung pada desain, tetapi juga pada konfigurasi yang tepat. Kesalahan kecil pada port switch dapat membuka jalur bagi peretas untuk berpindah antar VLAN dan mengakses sistem kritis.
Dengan memahami teknik VLAN Hopping dan menerapkan konfigurasi switch yang aman, administrator jaringan dapat memastikan bahwa VLAN benar-benar berfungsi sebagai pengaman, bukan sekadar pemisah logis.








