Pengantar
Di era digital saat ini, hampir semua aplikasi menggunakan API (Application Programming Interface) untuk saling terhubung. Aplikasi mobile, website e-commerce, layanan perbankan, hingga sistem internal perusahaan bergantung pada API agar data bisa dikirim dan diterima dengan cepat. Namun, semakin banyak API yang digunakan, semakin besar pula risiko keamanannya. Tidak heran jika serangan siber terhadap API terus meningkat dari tahun ke tahun.
Di tengah kondisi tersebut, hadir solusi keamanan modern seperti Wallarm yang fokus pada perlindungan API dan aplikasi web.
Mengapa API Menjadi Target Serangan?
API ibarat “pintu masuk” ke dalam sistem. Jika pintu ini tidak dijaga dengan baik, penyerang bisa masuk dan mencuri data atau merusak sistem. Beberapa jenis serangan yang sering menargetkan API antara lain:
-
SQL Injection – menyisipkan perintah berbahaya ke dalam database.
-
Cross-Site Scripting (XSS) – menyisipkan skrip berbahaya ke aplikasi web.
-
Broken Authentication – kelemahan dalam sistem login atau token akses.
-
API Abuse & Bot Attack – penyalahgunaan API oleh bot otomatis.
Jika API berhasil ditembus, dampaknya bisa sangat besar, seperti kebocoran data pelanggan, kerugian finansial, hingga rusaknya reputasi perusahaan.
Apa Itu Wallarm Security?
Wallarm adalah perusahaan keamanan siber yang menyediakan solusi untuk melindungi aplikasi web dan API, khususnya di lingkungan cloud dan sistem modern seperti microservices.
Wallarm tidak hanya berfungsi sebagai firewall biasa, tetapi juga sebagai platform API Security yang mampu mendeteksi, menganalisis, dan memblokir ancaman secara real-time.
Fitur Utama Wallarm
Berikut beberapa fitur unggulan Wallarm:
1. API Discovery
Wallarm dapat mendeteksi API yang tersembunyi atau tidak terdokumentasi (shadow API). Ini penting karena banyak perusahaan tidak menyadari semua API yang mereka miliki.
2. Real-Time Threat Detection
Sistem dapat memantau lalu lintas data secara langsung dan mendeteksi pola serangan dengan cepat.
3. Advanced Web Application Firewall (WAF)
Wallarm memiliki WAF modern yang melindungi aplikasi dari berbagai serangan umum seperti SQL injection dan XSS.
4. Analisis Berbasis Perilaku dan AI
Tidak hanya mengandalkan daftar tanda tangan serangan (signature-based), Wallarm juga menggunakan analisis perilaku untuk mengenali pola aktivitas mencurigakan.
5. Integrasi Cloud dan DevOps
Wallarm bisa diintegrasikan dengan Kubernetes, Docker, serta berbagai platform cloud seperti AWS dan Azure, sehingga cocok untuk perusahaan yang menerapkan DevSecOps.
Keunggulan Dibanding Solusi Tradisional
Firewall tradisional biasanya hanya mendeteksi serangan berdasarkan pola yang sudah dikenal. Sementara itu, Wallarm mampu menganalisis perilaku traffic dan mendeteksi ancaman baru yang belum pernah terdaftar sebelumnya.
Selain itu, Wallarm dirancang untuk arsitektur modern berbasis cloud dan microservices, sehingga lebih fleksibel dan mudah diskalakan.
Contoh Penerapan
Misalnya, sebuah perusahaan e-commerce menggunakan banyak API untuk pembayaran, login pengguna, dan pengelolaan produk. Dengan Wallarm, semua API tersebut dapat dipantau secara terpusat. Jika ada aktivitas mencurigakan, seperti percobaan login massal atau manipulasi parameter pembayaran, sistem dapat langsung memberikan peringatan atau memblokir akses tersebut.
Hasilnya, risiko kebocoran data dan gangguan layanan dapat dikurangi secara signifikan.
Kesimpulan
Di tengah meningkatnya serangan siber, perlindungan API menjadi hal yang sangat penting. API adalah fondasi dari aplikasi modern, dan jika tidak diamankan dengan baik, bisa menjadi celah besar bagi penyerang.
Wallarm Security hadir sebagai solusi modern yang mampu melindungi API dan aplikasi web secara real-time, adaptif, dan terintegrasi dengan lingkungan cloud. Dengan pendekatan yang lebih cerdas dibanding sistem tradisional, Wallarm membantu perusahaan menjaga keamanan data sekaligus mendukung pertumbuhan digital yang aman dan berkelanjutan.








