Pengantar
Adopsi container dan Docker telah merevolusi cara aplikasi dibangun dan didistribusikan. Namun, di balik kemudahan tersebut, muncul ancaman serius berupa supply chain attack, di mana penyerang menyisipkan kode berbahaya ke dalam image sebelum aplikasi dijalankan. Salah satu teknik pertahanan paling krusial untuk menghadapi risiko ini adalah container image scanning.
Container image scanning memungkinkan tim keamanan dan DevOps mendeteksi kerentanan, malware, serta konfigurasi berbahaya sejak tahap build, sebelum image digunakan di lingkungan produksi. Pendekatan ini menjadi fondasi penting dalam praktik DevSecOps modern.
Apa Itu Container Image Scanning
Container image scanning adalah proses menganalisis Docker image untuk mengidentifikasi kerentanan keamanan yang tersembunyi di dalam setiap layer image (dikutip dari Docker Documentation).
Proses ini mencakup pemeriksaan:
-
Package sistem operasi
-
Library pihak ketiga
-
Dependensi aplikasi
-
Konfigurasi image
Dengan scanning yang tepat, organisasi dapat mencegah image berbahaya masuk ke registry maupun pipeline CI/CD.
baca juga : Privileged Access Management (PAM): Strategi Mengunci Akses Admin agar Tidak Menjadi Pintu Masuk Ransomware
Mengapa Supply Chain Attack Menjadi Ancaman Serius
Supply chain attack tidak menyerang sistem secara langsung, melainkan menargetkan komponen yang dipercaya.
Serangan Melalui Image yang “Terlihat Aman”
Banyak Docker image berasal dari public registry dan dianggap aman hanya karena populer. Padahal, image tersebut bisa saja:
-
Mengandung library usang dengan CVE kritis
-
Disusupi backdoor
-
Menggunakan base image yang sudah tidak dipelihara
Menurut OWASP, serangan supply chain memanfaatkan kepercayaan terhadap komponen pihak ketiga sebagai vektor utama kompromi (dikutip dari OWASP).
Efek Domino di Lingkungan Container
Satu image rentan dapat digunakan ulang di banyak service. Jika image tersebut terkompromi, maka:
-
Banyak container terdampak sekaligus
-
Serangan menyebar cepat di cluster
-
Deteksi menjadi jauh lebih sulit
Memahami Struktur Layer pada Docker Image
Docker image dibangun secara berlapis (layered architecture), dan setiap layer berpotensi membawa risiko keamanan.
Base Image Layer
Layer paling bawah biasanya berasal dari distribusi Linux seperti Alpine, Debian, atau Ubuntu. Kerentanan pada layer ini sering diabaikan karena dianggap “default”, padahal banyak CVE berasal dari sini.
Dependency dan Library Layer
Layer ini berisi package manager seperti:
-
npm
-
pip
-
apt
-
yum
Dependensi inilah yang sering menjadi target supply chain attack melalui library berbahaya atau dependency confusion.
Application Layer
Layer terakhir berisi kode aplikasi. Kesalahan konfigurasi, secret hardcoded, atau binary tidak terverifikasi sering ditemukan pada tahap ini.
Cara Kerja Container Image Scanning
Container image scanning bekerja dengan membedah setiap layer image secara sistematis.
Pencocokan dengan Database CVE
Scanner akan membandingkan package dan library di dalam image dengan database kerentanan global seperti NVD dan vendor advisory.
Analisis Konfigurasi dan Best Practice
Selain CVE, scanning juga mendeteksi:
-
Penggunaan user root
-
Permission file berlebihan
-
Secret yang tertanam dalam image
Integrasi ke CI/CD Pipeline
Scanning idealnya dilakukan secara otomatis saat:
-
Build image
-
Push ke registry
-
Sebelum deployment ke production
Dengan demikian, image berisiko dapat dihentikan sebelum digunakan.
baca juga : Dependency Hell: Bahaya Tersembunyi di Balik Library Open Source pada Ekosistem NPM dan PyPI
Peran Image Scanning dalam DevSecOps
Dalam pendekatan DevSecOps, keamanan bukan tahap akhir, melainkan bagian dari siklus pengembangan.
Container image scanning membantu:
-
Shift security ke tahap awal (shift-left)
-
Mengurangi biaya perbaikan kerentanan
-
Menjaga konsistensi standar keamanan image
Tanpa scanning, pipeline CI/CD berisiko menjadi jalur distribusi malware internal.
Kesalahan Umum dalam Pengelolaan Docker Image
Beberapa praktik yang sering membuka celah supply chain attack antara lain:
-
Menggunakan image
latesttanpa versi spesifik -
Tidak pernah memperbarui base image
-
Mengabaikan hasil scanning karena “tidak langsung berdampak”
-
Menggunakan image dari sumber tidak terpercaya
Container image scanning membantu mengidentifikasi kesalahan-kesalahan ini sebelum berdampak serius.
baca juga : Internet Tanpa Server Pusat: Bagaimana Jaringan Desentralisasi Mengembalikan Kendali Data ke Tangan Pengguna
Kesimpulan
Container image scanning merupakan pertahanan utama dalam menghadapi supply chain attack di ekosistem container. Dengan membedah setiap layer Docker image, organisasi dapat mendeteksi kerentanan, dependensi berbahaya, dan konfigurasi tidak aman sebelum image dijalankan.
Di era cloud-native, kepercayaan terhadap image tanpa verifikasi adalah risiko besar. Penerapan image scanning secara konsisten bukan hanya praktik keamanan, tetapi kebutuhan mutlak untuk menjaga integritas sistem modern.








