melihat fenomena FOMO Bitcoin di sekitar kita. Timeline penuh dengan cerita cuan, grafik hijau, dan testimoni yang kelihatannya meyakinkan. Banyak orang akhirnya ikut masuk bukan karena benar-benar paham, tapi karena takut ketinggalan momen. Takut kalau besok harga makin naik dan merasa “kok gue nggak ikut dari sekarang?”

Masalahnya, kondisi seperti ini sering jadi celah empuk buat oknum yang tidak bertanggung jawab. Mulai dari grup “VIP”, janji profit konsisten tanpa risiko, sampai iming-iming info orang dalam. Bahasanya halus, tampilannya meyakinkan, tapi ujung-ujungnya banyak yang sadar sudah tertipu ketika uangnya sulit ditarik, admin menghilang, atau market tiba-tiba berbalik arah.

Yang sering terlupakan, Bitcoin dan kripto itu bukan jalan pintas untuk cepat kaya. Volatilitasnya tinggi, naiknya bisa cepat, tapi turunnya juga bisa lebih cepat lagi. Tanpa pengetahuan, tanpa manajemen risiko, dan hanya berbekal ikut-ikutan, hasilnya lebih mirip berjudi daripada investasi.

Tidak salah tertarik dengan Bitcoin. Teknologinya menarik, potensinya besar, dan memang sudah banyak yang sukses. Tapi yang jarang diceritakan adalah proses belajar, kesabaran, dan kerugian yang pernah mereka alami. Yang viral justru hasil akhirnya, bukan perjalanannya.

Mungkin sudah saatnya kita berhenti sejenak, tarik napas, dan bertanya ke diri sendiri: ikut ini karena paham, atau karena takut ketinggalan? Lebih baik ketinggalan peluang daripada terjebak penipuan. Lebih baik pelan tapi sadar risiko, daripada cepat tapi akhirnya menyesal.

Di dunia investasi, yang paling berbahaya bukan market—tapi FOMO kita sendiri.