Pengantar

Kalau kamu pernah mengirim uang ke luar negeri lewat bank, mungkin kamu sempat kaget melihat total biaya yang dipotong, mulai dari biaya administrasi, biaya telex, sampai selisih kurs yang kadang tidak terlalu transparan. Nah, CBDC sering disebut-sebut sebagai solusi untuk masalah ini. Tapi seberapa besar sebenarnya potensi penghematan yang bisa dihadirkan CBDC? Yuk kita bahas dengan gambaran biaya yang lebih konkret.

Berapa Sebenarnya Biaya Transfer Internasional Saat Ini?

Untuk memahami potensi penghematan CBDC, ada baiknya kita lihat dulu gambaran biaya transfer internasional yang berlaku saat ini:

  • Transfer lewat bank konvensional, biasanya dikenakan biaya administrasi berkisar Rp100.000 hingga Rp300.000 per transaksi, atau setara USD 10-30, belum termasuk selisih kurs yang diterapkan bank, yang seringkali kurang kompetitif dibanding kurs pasar.
  • Transfer lewat platform fintech atau layanan transfer digital, umumnya menawarkan biaya yang jauh lebih rendah, berkisar antara 0,4% hingga 1,5% dari nilai transfer, dengan kurs yang lebih mendekati kurs pasar (mid-market rate).
  • Biaya tambahan lain, seperti biaya investigasi jika terjadi masalah transaksi, atau pajak tambahan tertentu tergantung negara tujuan, yang seringkali baru terlihat setelah proses transfer berjalan.

Dari sini terlihat, sebagian biaya sebenarnya sudah bisa ditekan lewat platform fintech yang sudah ada saat ini, dibanding jalur bank konvensional yang masih mengandalkan sistem SWIFT dengan banyak bank perantara.

Dari Mana Sebenarnya Biaya-Biaya Ini Berasal?

Untuk memahami potensi penghematan CBDC, penting mengetahui komponen biaya yang membentuk total biaya transfer internasional:

  1. Biaya bank pengirim, untuk memproses dan meneruskan transaksi ke jaringan internasional.
  2. Biaya bank perantara (correspondent bank), karena transaksi SWIFT konvensional seringkali harus melewati satu atau lebih bank perantara sebelum sampai ke bank tujuan.
  3. Selisih kurs (FX spread), margin yang diambil penyedia layanan dari selisih antara kurs yang mereka berikan dengan kurs pasar sebenarnya.
  4. Biaya bank penerima, yang juga mengenakan biaya pemrosesan di ujung penerimaan.

Bagaimana CBDC Berpotensi Memangkas Biaya Ini?

1. Menghilangkan Kebutuhan Bank Perantara

Seperti sudah dibahas dalam pembahasan sebelumnya soal pembayaran lintas negara, interoperabilitas antar-CBDC berpotensi memungkinkan penyelesaian transaksi secara langsung antara sistem CBDC pengirim dan penerima, memangkas biaya yang selama ini muncul akibat keterlibatan bank perantara berlapis-lapis.

2. Kurs yang Lebih Transparan

Karena transaksi bisa diselesaikan lebih langsung, ada potensi mengurangi selisih kurs tersembunyi yang selama ini menjadi salah satu sumber keuntungan tambahan bagi penyedia layanan transfer konvensional.

3. Biaya Operasional yang Lebih Rendah

Sistem yang dikelola langsung oleh bank sentral tanpa motif komersial berpotensi menekan biaya operasional secara keseluruhan, berbeda dengan bank atau penyedia jasa transfer swasta yang tetap perlu mengambil margin keuntungan dari layanan mereka.

Apakah CBDC Akan Selalu Lebih Murah dari Semua Opsi yang Ada?

Penting untuk realistis di sini. Seperti terlihat dari data di atas, platform fintech modern sebenarnya sudah menawarkan biaya yang cukup kompetitif, bahkan dengan kurs mendekati kurs pasar. Artinya, CBDC tidak serta-merta akan selalu jauh lebih murah dibanding semua opsi yang sudah ada saat ini, melainkan berpotensi paling terasa manfaatnya dibanding jalur bank konvensional yang masih mengandalkan sistem correspondent banking berlapis, yang memang cenderung lebih mahal dan lambat.

Kemungkinan besar, CBDC akan menjadi salah satu opsi tambahan dalam lanskap transfer internasional, bersaing dan saling melengkapi dengan platform fintech yang sudah ada, dibanding sepenuhnya menggantikan seluruh opsi yang tersedia saat ini.

Faktor yang Menentukan Seberapa Besar Penghematan Ini Terwujud

  • Tingkat adopsi dan interoperabilitas CBDC antarnegara, semakin banyak negara yang saling terhubung, semakin besar potensi manfaat biaya yang bisa dirasakan.
  • Kebijakan bank sentral terkait biaya layanan CBDC, apakah benar-benar diberikan tanpa margin komersial atau tetap mengenakan biaya tertentu untuk menutup biaya operasional sistem.
  • Kompetisi dengan platform swasta yang sudah ada, yang juga terus berinovasi menekan biaya mereka, sehingga CBDC perlu benar-benar menawarkan keunggulan nyata agar dipilih masyarakat.

Ilustrasi Sederhana Potensi Penghematan

Misalnya, seseorang ingin mengirim uang senilai Rp10 juta ke luar negeri. Lewat bank konvensional, ia mungkin perlu membayar biaya tetap sekitar Rp150.000 ditambah selisih kurs yang kurang kompetitif. Lewat CBDC yang sudah terhubung interoperabel dengan negara tujuan, biaya tersebut berpotensi ditekan signifikan, mendekati biaya transfer domestik biasa, karena minimnya perantara dan margin kurs yang lebih transparan.

Tabel Ringkasan

Metode Transfer Estimasi Biaya Kecepatan
Bank konvensional (SWIFT) Rp100.000–300.000 + selisih kurs Bisa 1-3 hari kerja
Platform fintech modern 0,4%–1,5% dari nilai transfer Umumnya lebih cepat, kadang hitungan menit
Potensi CBDC (interoperabel) Berpotensi lebih rendah dari bank konvensional Berpotensi nyaris real-time

Penutup

CBDC memang membawa potensi nyata untuk menekan biaya transfer internasional, terutama dibanding jalur bank konvensional yang masih mengandalkan rantai bank perantara panjang lewat sistem SWIFT. Namun, penting diingat bahwa lanskap transfer internasional saat ini sudah cukup kompetitif berkat kehadiran platform fintech modern, sehingga CBDC kemungkinan besar akan menjadi salah satu opsi tambahan yang memperkuat persaingan ini, bukan satu-satunya solusi yang serta-merta membuat semua opsi lain menjadi usang. Seberapa besar penghematan nyata yang akhirnya dirasakan masyarakat akan sangat bergantung pada seberapa luas dan matang interoperabilitas CBDC antarnegara ini benar-benar terwujud di masa depan.