Pengantar
Salah satu masalah klasik dalam dunia keuangan internasional adalah betapa lambat dan mahalnya proses transfer uang antarnegara dibanding transaksi domestik. Nah, CBDC digadang-gadang menjadi salah satu solusi paling menjanjikan untuk masalah ini. Yuk kita bahas lebih dalam bagaimana CBDC berpotensi mengubah wajah pembayaran lintas negara.
Masalah yang Dihadapi Sistem Pembayaran Lintas Negara Saat Ini
Sebelum membahas solusinya, penting dipahami dulu mengapa transaksi lintas negara selama ini terasa begitu merepotkan:
- Melibatkan banyak bank perantara (correspondent banking), di mana dana harus melewati serangkaian bank di berbagai negara sebelum sampai ke penerima akhir, masing-masing menambah waktu proses dan biaya.
- Perbedaan zona waktu operasional, membuat proses penyelesaian transaksi (settlement) seringkali harus menunggu jam operasional bank di negara tujuan.
- Biaya konversi mata uang yang tidak sedikit, terutama untuk transaksi yang melibatkan mata uang dengan likuiditas rendah di pasar valuta asing.
- Kurangnya transparansi biaya, pengirim seringkali tidak tahu pasti berapa total biaya yang akan dipotong sepanjang proses transfer hingga sampai ke penerima.
Bagaimana CBDC Bisa Menjawab Tantangan Ini?
1. Penyelesaian Transaksi yang Lebih Langsung
Dengan interoperabilitas antar-CBDC berbagai negara, transaksi lintas negara berpotensi diselesaikan secara langsung antara sistem CBDC pengirim dan penerima, memangkas rantai panjang bank perantara yang selama ini menjadi salah satu sumber utama keterlambatan dan biaya tambahan.
2. Penyelesaian Nyaris Real-Time
Karena tidak lagi bergantung pada jam operasional berlapis dari berbagai bank perantara, transaksi lintas negara lewat CBDC berpotensi selesai dalam hitungan menit, bahkan detik, dibanding proses konvensional yang bisa memakan waktu berhari-hari.
3. Transparansi Biaya yang Lebih Baik
Dengan proses yang lebih langsung dan sedikit perantara, biaya transaksi menjadi lebih mudah diprediksi dan transparan sejak awal, membantu baik individu maupun pelaku bisnis merencanakan pengeluaran mereka dengan lebih baik.
Model Kolaborasi Multi-CBDC
Salah satu pendekatan yang tengah dikembangkan berbagai bank sentral dunia adalah platform yang menghubungkan beberapa CBDC dari negara berbeda dalam satu jaringan bersama, memungkinkan penyelesaian transaksi antarmata uang tanpa harus melalui mata uang pihak ketiga sebagai perantara. Beberapa proyek kolaborasi multilateral, yang melibatkan beberapa bank sentral besar dunia bersama berbagai lembaga keuangan swasta, sudah mulai menguji coba pendekatan ini, dengan fokus khusus pada transaksi antarbank dan penyelesaian skala besar, sebelum nantinya berpotensi diperluas ke transaksi yang lebih luas.
Manfaat bagi Berbagai Pihak
Bagi Individu (Pengiriman Uang/Remitansi)
Bagi pekerja migran yang rutin mengirim uang ke keluarga di negara asal, CBDC berpotensi memangkas biaya remitansi yang selama ini tergolong cukup tinggi, sekaligus mempercepat waktu dana sampai ke penerima, sesuatu yang sangat berarti terutama bagi kebutuhan finansial mendesak keluarga di kampung halaman.

Bagi Pelaku Usaha (Perdagangan Internasional)
Seperti sudah dibahas dalam pembahasan sebelumnya soal transaksi antarperusahaan, pelaku usaha yang melakukan transaksi ekspor-impor berpotensi merasakan manfaat besar lewat penyelesaian pembayaran yang lebih cepat dan biaya yang lebih rendah, membantu memperlancar arus kas dan mengurangi risiko terkait fluktuasi nilai tukar akibat proses transaksi yang berlarut-larut.
Bagi Bank Sentral dan Otoritas Keuangan
Peningkatan efisiensi dan transparansi transaksi lintas negara juga membantu otoritas keuangan memantau aliran dana internasional dengan lebih baik, mendukung upaya pencegahan kejahatan keuangan lintas negara seperti sudah dibahas dalam pembahasan sebelumnya.
Tantangan dalam Mewujudkan Pembayaran Lintas Negara lewat CBDC
Meski menjanjikan, penerapan CBDC untuk pembayaran lintas negara masih menghadapi sejumlah tantangan besar:
- Perbedaan kerangka regulasi antarnegara, setiap negara punya aturan berbeda soal kepatuhan, pencegahan pencucian uang, dan perlindungan data, yang perlu diselaraskan agar sistem lintas negara ini bisa berjalan mulus.
- Kebutuhan standar teknis bersama, agar berbagai sistem CBDC dengan arsitektur teknologi berbeda-beda tetap bisa saling terhubung dan “berbicara” satu sama lain.
- Koordinasi kebijakan moneter, mengingat transaksi lintas negara skala besar berpotensi memengaruhi kebijakan moneter domestik masing-masing negara, sehingga dibutuhkan koordinasi yang matang antarbank sentral yang terlibat.
- Isu kedaulatan dan geopolitik, seperti sudah disinggung dalam pembahasan sebelumnya soal dampak CBDC terhadap sistem keuangan global, tidak semua negara memiliki kepentingan yang sama dalam mendukung interoperabilitas lintas negara ini secara terbuka.
Tabel Ringkasan
| Aspek | Sistem Konvensional | Potensi lewat CBDC |
|---|---|---|
| Waktu penyelesaian | Bisa memakan waktu berhari-hari | Berpotensi nyaris real-time |
| Jumlah perantara | Banyak (correspondent banking) | Lebih sedikit, transaksi lebih langsung |
| Transparansi biaya | Seringkali tidak jelas di awal | Lebih transparan dan terprediksi |
| Biaya remitansi individu | Relatif tinggi | Berpotensi jauh lebih rendah |
Penutup
Pembayaran lintas negara menjadi salah satu area yang paling menjanjikan untuk merasakan manfaat nyata dari kehadiran CBDC, mengingat besarnya inefisiensi yang selama ini melekat pada sistem konvensional. Dari individu yang mengirim uang ke keluarga, hingga pelaku usaha yang menjalankan perdagangan internasional, semua berpotensi diuntungkan lewat proses yang lebih cepat, murah, dan transparan. Meski begitu, mewujudkan sistem ini secara luas membutuhkan koordinasi dan kepercayaan yang matang antarnegara, mengingat tantangannya bukan cuma soal teknologi semata, tapi juga menyangkut regulasi, kebijakan moneter, dan dinamika geopolitik yang jauh lebih kompleks.








